Langsung ke konten utama

Tinggalkan Kamu

Aku tertusuk depan ribuan pisau

menyeluruh aliran darah terpukau

gelembung panas kian menyeruak

mataku meleleh tak sanggup

kepercayaan diri kian melemah

kala ia menusuk depan kalbu

iya memang kita serumah

hanya bau busuk beradu

sudahlah tak usah kau sungingkan bibirmu

kalau itu hanya lukai menderu

air mata menyeru

untuk tinggalkan dirimu

tali mulai putus

satu per satu

aku lepaskanmu

ku ingat keburukanmu

mengelupas kulitku

akan panasnya kalbu

kau memelukku

katakan maafmu

apa katamu?

kau lukai..

ku maafkanmu

kau lukai lagi..

berat langkah

walau kau memohon

mungkin sudah,

takdirmu ku meminta

tinggalkan aku sudah.

Bandung, 21 Januari 2017

Ahda Jaudah

si pengkhayal puitis kenyal

ig : ahdajaudah
email : ahda.jaudah@gmail.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

review buku : Khadijah, Perempuan Teladan Sepanjang Masa

Review buku
bismillah..
salam literitas ! kali ini saya akan meriew buku yang ditulis oleh nama pena, Ibrahim Muhammad Hasan Al-jamal dengan judul " khadijah : Perempuan Teladan Sepanjang Masa ". Sebuah buku pasti punya kelebihan dan kelemahannya dong. Maka dari itu yuk kita simak apa saja yang terkandung di dalam buku ini. recomended banget deh :D

Identitas Buku

Judul buku : Khadijah : Perempuan Teladan Sepanjang Masa
Penulis : Ibrahim Muhammad Hasan Al-Jamal
Editor : Cecep Hasannudin
Penerbit : PT. Mizan Pustaka
Cetakan : ke-2
Jumlah halaman : 365 hlm
Jumlah Bab : 17 Bab
Ukuran Buku : 12,5 X 20,5 cm
Harga : -
Tahun Terbit : 2015
ISBN : 9786021337264
Kategori : Islam/Sejarah
Sudah tahukah sosok khadijah salah satu istri nabi Muhammad Saw yang pertama? Sudah tahu itu bagus tapi bagi yang belum tahu siapa sosoknya lho ! kita sebagai generasi penerus Islam tentu harus tahu. Ditengah berkembang pesatnya peradaban manusia , semakin banyak pula melupakan generasi awal islam kepada anak anak mu…

cinta ku telah hilang

Cintaku telah hilang (Ahda Jaudah) Perasaan yang terpendam lalu hilang adalah kerapuhan diri seperti dicabut oleh malaikat maut. Dia membisu dan rasakan air mata meleleh pada pipinya yang memerah jambu. Janji itu sangat mudah dia ucap dan sahabatku ini mudah saja percaya dengan kata-katanya bahwa mereka pasti bertemu. Lelah. Sudah sembilan belas bulan mencarinya, setidaknya tampakkan wajah karena dia hanya ingin tahu. Kini cintanya hilang. Entah pergi kemana. Dia merasa tidak beruntung. Wajah sabila membengkak. Sabila itu sahabatku. Terakhir bertemu sewaktu ITB day, dia ingin bertemu seseorang yang bernama Dika. “ nda, dika memberikan kejutan kirim video via email. So, sweet..” “ dia nulis sesuatu di pasir pakai nama aku iiih,, sediiih...” “ dia ngasih clue, kalau dia bersembunyi di gedung kesenian ITB,, anterin aku yuk dinda,, aku mau ketemu Dika..” Aku menatap sedih melihat mata nanar sabila yang rapuh. Gila.Tega. Sabila menarik lenganku sambil berlari kecil di kerumunan orang-orang. Sen…

puisi nestapa

Tebas Kenestapaan ( Pedang Pejuang Mahasiswa)
Jari-jari mencari dua langkah mulai pasti Gigi-gigi menggertak, tangan berayun menahan landas Keras-keras terasah, gesekan menyentak setiap bungkam sunyi Hilang.. lalu pergi bersama dendam yang masih ada
Singsingkan lengan dan ku pacu rasa ini Sayap-sayap patah dengarkan sekumpulan belenggu Mengapa harus aku? Mengapa harus hari ini? Aaaaaahhh,, muaaaaaaaaaaakkkkkkk..fuh
Bibir dingin terbalut luka lama Masih seperti ini ? kata hatiku Huh, rasa lain muncul tiba-tiba Emm,,,ada yang ingiiiiin membunuhku
Bawa pedang keluar cahaya Ku ucapkan mantra terakhirku Pergiiiiiiii…. Pergi sanaaaaaa Satu per satu datang padaku
Tak terasa… kini kenestapaan Sudah ku tebas,, sudah ku bunuh Tangan bergetar hebat, tak dapat tertahan Apa benar ini akuuu??
Tergeletak kobaran api, menjungjung tinggi Ada Kehormatan dan penghargaan Mata memandangku dan buatku kagumi Inilah aku pejuangnya
(  Bandung, 04 Maret 2015 )









Nama : Ahda Jaudah Fakultas : Dakwah dan Komunikasi Lomba : Baca Puisi pas sem…