Langsung ke konten utama

Bernadita Arum, Kedamaian Mualaf Setelah Benci Islam


Pernah dengar dengan kata benci jadi cinta? Ini pun dirasakan oleh Bernadita Arum asal Borobudur dari Jaringan Penulis Indonesia. Bernadita yang biasa dipanggil Dita atau Arum ini, besar di Jogja dan sempat merantau ke Bandung serta setelah menjadi mualaf kembali ke Borobudur lagi. Keluarga besarnya semua non muslim. Mereka menetang keras pilihan Arum tersebut. Arum pernah mengalami kekerasan fisik dari kakeknya akibat keputusan memilih agama Islam. Arum dijauhi dan sering mendapat kekerasan verbal dari keluarganya. Maka Arum memutuskan untuk hidup sendiri.

Kini, Arum yang berumur 20 tahun ingin merasakan jalan hidup yang “normal”. Dia lahir dari keluarga broken home. Ayahnya keterbelakangan mental dan pernah masuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Gara-gara itu, Arum menjadi korban bullying saat Sekolah Dasar(SD). Saat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sampai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dia dititipkan di panti asuhan karena usaha koperasi simpan pinjam ibunya bangkrut. Arum pun lulus dari SMK dan nekat pergi ke Bandung karena tidak ingin mengambil jurusan pilihan kakek. Saat itu, usia Arum berusia 16 tahun, masih sangat polos. Sampai akhirnya, Arum berkali-kali kena tipu. Dalam perjalanan itu, Arum mulai mengenal Islam. Dia merasakan kedamaian dan akhirnya memutuskan menjadi mualaf.

“aku awalnya juga enggak nyangka akan jadi mualaf. Jujur, aku pernah kena Islamphobia. Kalau dengar kata Islam tuh sudah benci aja gitu” tutur Arum saat ditanya tentang mualaf.

Setelah Mualaf

Saat di Bandung, dia mendapatkan masalah bertubi-tubi. Temannya menyuruh Arum untuk shalat Tahajud. Itu saat dia masih non muslim. Arum menolak karena pikirnya mau meng-islam-kan dirinya dan menganggap agamanya pun mengajarkan doa yang bisa mengabulkan harapan juga. Setelah itu, hubungan Arum dan temannya menjadi renggang. Mulai darisana, Arum sering kali mencari info lebih dekat tentang Islam. Dia pun mulai bertanya kepada seorang teman yang Muslim dan ternyata Islam itu tak seburuk yang orang pikirkan.
Biaya hidup saat merantau, arum mulai kerja serabutan. Apa saja dikerjakan yang penting tidak mencuri dan menipu. Arum sempat kesulitan cari kerja. Karena beberapa saat menjadi mualaf, dia kecelakaan dan patah tulang kaki. Dia berjalan memakai kruk.

“aku pernah, satu kali lagi capek-capeknya dengan hidup. Aku mendengar suara adzan. Eh, di hati rasanya nyes gitu. Dan entah kenapa langsung nangis aku” tuturnya saat ditanya tentang semangatnya mencari kerja.

Pandangan Arum tentang Islam

Hatinya pun mulai mantap bahwa Islam tidak seburuk orang pikirkan. Karena Arum melihat, ternyata banyak orang Islam yang benar-benar peduli dengan sesama. Membantu tanpa pandang agama. Banyak teroris di agama Islam, FPI rusuh. Tapi dibalik pemberitaan itu sebenarnya FPI itu juga banyak melakukan aksi sosial yang tidak diliput media. Baru kalau ada oknum yang ricuh, ada media yang meliput.
Satu hal yang paling mendasar bahwa Arum yakin memilih agama ini karena agama Islam hanya menyakini satu tuhan yaitu Allah.. Semua orang yang beragama Islam itu mempelajari kitab sucinya dalam huruf yang sama yaitu huruf dalam bahasa Arab. Mungkin, buat orang lain itu biasa, untuk Arum itu luar biasa kagum.

(Ahda Jaudah)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

review buku : Khadijah, Perempuan Teladan Sepanjang Masa

Review buku
bismillah..
salam literitas ! kali ini saya akan meriew buku yang ditulis oleh nama pena, Ibrahim Muhammad Hasan Al-jamal dengan judul " khadijah : Perempuan Teladan Sepanjang Masa ". Sebuah buku pasti punya kelebihan dan kelemahannya dong. Maka dari itu yuk kita simak apa saja yang terkandung di dalam buku ini. recomended banget deh :D

Identitas Buku

Judul buku : Khadijah : Perempuan Teladan Sepanjang Masa
Penulis : Ibrahim Muhammad Hasan Al-Jamal
Editor : Cecep Hasannudin
Penerbit : PT. Mizan Pustaka
Cetakan : ke-2
Jumlah halaman : 365 hlm
Jumlah Bab : 17 Bab
Ukuran Buku : 12,5 X 20,5 cm
Harga : -
Tahun Terbit : 2015
ISBN : 9786021337264
Kategori : Islam/Sejarah
Sudah tahukah sosok khadijah salah satu istri nabi Muhammad Saw yang pertama? Sudah tahu itu bagus tapi bagi yang belum tahu siapa sosoknya lho ! kita sebagai generasi penerus Islam tentu harus tahu. Ditengah berkembang pesatnya peradaban manusia , semakin banyak pula melupakan generasi awal islam kepada anak anak mu…

cinta ku telah hilang

Cintaku telah hilang (Ahda Jaudah) Perasaan yang terpendam lalu hilang adalah kerapuhan diri seperti dicabut oleh malaikat maut. Dia membisu dan rasakan air mata meleleh pada pipinya yang memerah jambu. Janji itu sangat mudah dia ucap dan sahabatku ini mudah saja percaya dengan kata-katanya bahwa mereka pasti bertemu. Lelah. Sudah sembilan belas bulan mencarinya, setidaknya tampakkan wajah karena dia hanya ingin tahu. Kini cintanya hilang. Entah pergi kemana. Dia merasa tidak beruntung. Wajah sabila membengkak. Sabila itu sahabatku. Terakhir bertemu sewaktu ITB day, dia ingin bertemu seseorang yang bernama Dika. “ nda, dika memberikan kejutan kirim video via email. So, sweet..” “ dia nulis sesuatu di pasir pakai nama aku iiih,, sediiih...” “ dia ngasih clue, kalau dia bersembunyi di gedung kesenian ITB,, anterin aku yuk dinda,, aku mau ketemu Dika..” Aku menatap sedih melihat mata nanar sabila yang rapuh. Gila.Tega. Sabila menarik lenganku sambil berlari kecil di kerumunan orang-orang. Sen…

puisi nestapa

Tebas Kenestapaan ( Pedang Pejuang Mahasiswa)
Jari-jari mencari dua langkah mulai pasti Gigi-gigi menggertak, tangan berayun menahan landas Keras-keras terasah, gesekan menyentak setiap bungkam sunyi Hilang.. lalu pergi bersama dendam yang masih ada
Singsingkan lengan dan ku pacu rasa ini Sayap-sayap patah dengarkan sekumpulan belenggu Mengapa harus aku? Mengapa harus hari ini? Aaaaaahhh,, muaaaaaaaaaaakkkkkkk..fuh
Bibir dingin terbalut luka lama Masih seperti ini ? kata hatiku Huh, rasa lain muncul tiba-tiba Emm,,,ada yang ingiiiiin membunuhku
Bawa pedang keluar cahaya Ku ucapkan mantra terakhirku Pergiiiiiiii…. Pergi sanaaaaaa Satu per satu datang padaku
Tak terasa… kini kenestapaan Sudah ku tebas,, sudah ku bunuh Tangan bergetar hebat, tak dapat tertahan Apa benar ini akuuu??
Tergeletak kobaran api, menjungjung tinggi Ada Kehormatan dan penghargaan Mata memandangku dan buatku kagumi Inilah aku pejuangnya
(  Bandung, 04 Maret 2015 )









Nama : Ahda Jaudah Fakultas : Dakwah dan Komunikasi Lomba : Baca Puisi pas sem…